Perum Bulog baru saja mencapai pencapaian yang sangat signifikan dengan rekor tertinggi dalam penyerapan gabah kering panen di kalangan petani pada tahun 2025. Hingga akhir tahun tersebut, Bulog berhasil mencatat pengadaan beras nasional setara dengan 3.191.969 ton, berkat penyerapan gabah kering panen sebesar 4.537.490 ton dan beras sebanyak 765.504 ton.
“Pengadaan beras di tahun 2025 ini merupakan yang tertinggi selama Bulog berdiri sejak 1968,” ungkap Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di Jakarta. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari upaya Bulog dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Selain fokus pada beras, Bulog juga berhasil mengadakan jagung domestik dengan total mencapai 101.968 ton. Jagung tersebut terdiri dari 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton dalam kegiatan komersial.
Di sisi lain, dalam hal distribusi, Bulog telah menyalurkan hampir 785 ribu ton bantuan pangan sebagai bentuk perlindungan sosial. Selama program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran beras mencapai angka 795 ribu ton dan jagung sebesar 51.211 ton.
“Kami melakukan intervensi pasar melalui SPHP secara terukur dan terawasi untuk menjaga stabilitas harga tanpa merusak mekanisme pasar. Ini untuk melindungi konsumen dan petani,” tambah Rizal.
Dengan tujuan memperluas akses pangan yang terjangkau, Bulog bersama dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 4.337 titik yang tersebar di seluruh Indonesia tahun lalu.
Perum Bulog dan Pencapaian dalam Pengadaan Pangan
Pencapaian Perum Bulog dalam pengadaan pangan selama tahun 2025 patut mendapatkan perhatian. Dengan serapan gabah yang tinggi, Bulog berperan penting dalam penyediaan kebutuhan pangan masyarakat. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi juga dampaknya terhadap dunia pertanian dan pemenuhan gizi pangan.
Berkat kerja keras dan kolaborasi yang baik dengan petani, Bulog mampu mencapai pengadaan beras dan jagung yang signifikan. Peningkatan ini memberikan harapan bagi sektor pertanian dan menyediakan pasokan pangan yang lebih stabil di pasar.
Lebih lanjut, upaya pengadaan yang terbuka dan transparan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Bulog. Selain itu, partisipasi aktif para petani dalam penyerapan hasil panen juga mendukung pencapaian ini.
Rizal juga mencatat bahwa pencapaian yang diraih merupakan hasil dari berbagai strategi yang diterapkan. Dengan meningkatkan sistem penyimpanan dan distribusi, Bulog berusaha memastikan bahwa pangan yang dihasilkan dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah.
Dengan prestasi ini, Perum Bulog menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional. Hal ini juga membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan petani adalah kunci untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar.
Program Bansos dan Perlindungan Sosial untuk Masyarakat Rentan
Pentingnya distribusi bantuan pangan dalam program perlindungan sosial menjadi sorotan utama. Bulog telah berupaya menyalurkan bantuan pangan yang diharapkan dapat melindungi masyarakat yang paling rentan. Ini menjadi bagian integral dari strategi mereka untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Melalui program SPHP, penyaluran beras dan jagung bertujuan untuk menjaga kestabilan harga. Dengan demikian, program ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat penerima, tetapi juga memberikan dukungan kepada petani dalam menjual hasil panen mereka.
Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan harga pangan yang berfluktuasi. Intervensi pasar secara bijaksana dapat mencegah lonjakan harga yang merugikan konsumen dan petani.
Bantuan yang disalurkan oleh Bulog bukan hanya bersifat sementara, tetapi merupakan komitmen jangka panjang untuk memastikan akses pangan yang layak. Ini juga menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama di masa yang sulit.
Perum Bulog memahami bahwa keberlangsungan program bantuan sangat tergantung pada kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, petani, dan masyarakat akan memperkuat pelaksanaan program ini.
Strategi Gerakan Pangan Murah untuk Meningkatkan Akses Pangan
Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah salah satu inisiatif yang sangat efektif dalam meningkatkan akses pangan bagi masyarakat. Dengan menyasar ribuan titik di seluruh Indonesia, Bulog berusaha memastikan bahwa pangan terjangkau oleh semua kalangan. Ini adalah upaya untuk menjawab isu ketahanan pangan yang sering dihadapi banyak orang.
Keberhasilan GPM adalah hasil dari kombinasi antara perencanaan matang dan pelaksanaan yang tepat. Selain menyediakan pangan murah, program ini juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pangan berkualitas.
Pelaksanaan program di berbagai lokasi menunjukkan komitmen Bulog dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung perekonomian lokal. Kontribusi dari setiap pihak dalam penyelenggaraan program ini sangat menentukan keberhasilannya.
Dalam era modern ini, akses terhadap pangan bergizi menjadi hal yang semakin penting. GPM memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan pangan yang tidak hanya murah, tetapi juga berkualitas. Ini adalah langkah maju menuju kehidupan yang lebih baik.
Dengan menciptakan sinergi antara berbagai komponen masyarakat, Bulog berharap dapat terus melanjutkan program GPM ini di tahun-tahun mendatang. Keberhasilan program ini akan menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai daerah lainnya.
