Kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati, yang dikenal dengan sebutan Rebana, telah menjadi lokasi strategis yang sedang naik daun dalam perkembangan ekonomi di Jawa Barat. Keberadaan berbagai infrastruktur modern, termasuk bandara internasional dan akses jalan tol, telah menarik perhatian banyak investor dan mendorong pertumbuhan industri di kawasan tersebut.
Dukungan pemerintah dalam memfasilitasi pengembangan infrastruktur tersebut juga berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Dengan semakin banyaknya proyek pembangunan yang dijalankan, potensi kawasan Rebana untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi dan industri masa depan semakin terlihat nyata.
Proyek yang sedang berjalan di kawasan ini memberi harapan bagi banyak calon investor dan pelaku pasar. Semua ini berpotensi menciptakan banyak lapangan kerja baru dan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal.
Peran Inovasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Rebana
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan kawasan Rebana adalah inovasi dalam pengembangan industri. Dengan kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, aksesibilitas menjadi lebih mudah, yang tentunya mendukung pergerakan barang dan orang. Hal ini berimplikasi positif bagi aktivitas bisnis dan investasi di kawasan ini.
Konektivitas yang lebih baik juga membuat pengembangan sektor industri semakin pesat. Dengan banyaknya tenant industri yang telah hadir, kawasan ini siap untuk menjadi salah satu poros industri terbesar di Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi di Rebana yang mencapai 5,53 persen pada triwulan III tahun 2025 menunjukkan tren yang sangat positif.
Pertumbuhan ini menjadikan Majalengka sebagai salah satu daerah terpenting di Rebana, dengan tingkat pertumbuhan yang mencapai 8,07 persen. Peningkatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi serta menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Konsep Pengembangan Kawasan Hunian dan Komersial
Sejalan dengan perkembangan kawasan industri, pengembangan hunian juga sangat penting. Metland Kertajati muncul sebagai kawasan hunian dan komersial modern yang berfungsi untuk mendukung kebutuhan sektor industri. Ini memberikan jawaban konkret terhadap kebutuhan tempat tinggal bagi pekerja di sekitar kawasan industri.
Dengan penyediaan hunian berkualitas dan fasilitas komersial yang memadai, Metland Kertajati berkomitmen untuk menambahkan nilai lebih pada pengembangan kawasan Rebana. Konsep ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi penghuni, tetapi juga memberikan energi baru bagi perekonomian lokal.
Fase pertama pembangunan Metland Kertajati telah dimulai, dan mereka telah menawarkan berbagai jenis properti untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dengan nilai investasi yang terus meningkat, keberadaan Metland Kertajati diharapkan akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan kawasan secara keseluruhan.
Strategi Memperkuat Posisi Bisnis Melalui Hotel Metland
Sadar akan meningkatnya permintaan akomodasi, Metland juga mulai mengembangkan jaringan bisnis hotel. Pemanfaatan nama “Metland” pada hotel-hotel yang dibangun menjadi simbol komitmen terhadap kualitas layanan. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan loyalitas pelanggan serta kepuasan pengguna jasa akomodasi.
Hotel Metland Smara merupakan salah satu contoh nyata dari strategi ini. Dikenalkan sebagai hotel berbintang empat, Metland Smara bertujuan untuk menyediakan akomodasi modern yang memadai bagi kegiatan bisnis dan industri di kawasan Rebana. Konsep hotel ini disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan korporasi dan pelaku usaha lokal.
Nama “Smara” yang diambil dari bahasa Sanskerta, menggambarkan pengalaman menginap yang hangat dan nyaman, sehingga semakin memperkuat citra positif dari brand Metland. Hal ini diharapkan akan menarik lebih banyak tamu yang mencari akomodasi berkualitas tinggi di kawasan yang sedang berkembang pesat ini.
