Pekan lalu, banjir yang melanda Pekalongan mengakibatkan dampak serius pada operasional kereta api di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang. Dengan terjadinya gangguan ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan nilai pengembalian dana tiket mencapai Rp 3,5 miliar, sebuah angka yang mencerminkan besarnya kerugian yang dialami.
KAI terus berusaha menghitung total kerugian secara komprehensif, mengingat situasi yang masih dinamis. Pernyataan ini disampaikan oleh EVP of Sales KAI Ririn Widi Astutik, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kerugian yang terjadi akibat bencana ini.
Pengembalian dana tersebut berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 15 hingga 18 Januari. Selama periode ini, refund hanya mencakup tiket yang dibatalkan, sementara untuk komponen lainnya masih dalam proses penghitungan lebih lanjut.
Dampak Banjir Terhadap Perjalanan Kereta Api
Banjir yang melanda wilayah Pekalongan telah berdampak signifikan terhadap perjalanan kereta api, di mana sebanyak 82 perjalanan penumpang dibatalkan. Selain itu, 16 kereta barang juga terpaksa dibatalkan, serta 76 kereta mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca yang ekstrem.
Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama penyebab terjadinya bencana ini. Tanggul yang jebol dan air pasang memperburuk situasi, sehingga jalur rel kereta terendam banjir.
Situasi ini menjadi tantangan bagi KAI dalam menjaga kelancaran operasional. Pihak KAI berupaya untuk segera memulihkan layanan dengan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, serta memastikan proses pengembalian tiket berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Komitmen KAI Dalam Pelayanan Pelanggan
KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik meskipun menghadapi tantangan dari cuaca ekstrem. Prosedur pengembalian tiket dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar pelanggan tidak dirugikan.
Pihak KAI juga mengingatkan bahwa layanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi yang sulit ini. Koordinasi yang baik dengan berbagai instansi menjadi kunci untuk memulihkan operasional kereta api di kawasan yang terdampak.
Selain itu, KAI berupaya untuk meminimalisir dampak lanjutan, mengingat banjir telah mengganggu tidak hanya perjalanan kereta api, tetapi juga aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Permasalahan yang Dihadapi KAI
Di balik upaya KAI untuk memulihkan operasional, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah proses administrasi dalam pengembalian dana yang harus dilakukan dengan cepat dan tepat.
Proses evaluasi kerugian pun harus dilakukan dengan seksama untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas terhadap pengguna jasa. KAI berjanji akan terus memberikan informasi terkini terkait perkembangan situasi dan langkah-langkah yang diambil.
KAI berharap dapat segera kembali beroperasi dengan normal, sehingga layanan kereta api dapat kembali dinikmati oleh masyarakat tanpa adanya gangguan lebih lanjut. Dalam menghadapi bencana seperti ini, KAI menyadari bahwa pemulihan bukanlah proses yang instan.
