Perubahan struktur kepengurusan di PT Pertamina (Persero) menjadi berita yang menarik perhatian khalayak. Mega Satria resmi dilantik sebagai Direktur Keuangan, menggantikan Emma Sri Martini yang kini memegang posisi baru sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha.
Langkah ini mencerminkan dinamika internal yang terjadi di perusahaan energi terbesar di Indonesia. Informasi mengenai perubahan tersebut disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, yang menegaskan pentingnya transparansi dalam proses ini.
Mega Satria memiliki rekam jejak yang kuat dalam bidang keuangan, dengan pengalaman luas di berbagai perusahaan terkemuka. Sebelum menjabat di posisi barunya ini, ia pernah mengisi berbagai jabatan strategis yang menunjukkan bahwa ia memiliki kualifikasi yang tepat untuk mengemban tanggung jawab baru.
Profil Mega Satria sebagai Direktur Keuangan Pertamina
Mega Satria, lulusan Wichita State University, telah memiliki banyak pengalaman di bidang keuangan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga, yang menunjukkan kemampuannya dalam mengelola kondisi finansial perusahaan dengan baik.
Keahlian yang dimilikinya juga tercermin dari pengalaman di berbagai posisi penting lainnya. Menjadi Chief Financial Officer di PT Citilink Indonesia adalah salah satu contoh bagaimana dia telah berhasil mengelola tanggung jawab yang kompleks di industri penerbangan.
Dengan gelar Magister Administrasi Bisnis yang diperolehnya dari Loyola University of Chicago, Mega Satria membawa perspektif yang luas dan pemikiran strategis ke dalam perannya. Kombinasi antara pendidikan dan pengalaman ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi keuangan Pertamina ke depan.
Peran dan Tanggung Jawab Mega Satria di Pertamina
Sebagai Direktur Keuangan, Mega bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan. Ini termasuk perencanaan anggaran, analisis dan pengawasan risiko, serta pengelolaan keuangan jangka pendek dan panjang.
Peran ini sangat krusial, terutama dalam mengingat tantangan yang dihadapi oleh industri energi saat ini. Tantangan tersebut termasuk fluktuasi harga minyak dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cepat.
Dia juga diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan strategi yang lebih berfokus pada keberlanjutan. Hal ini penting sebagai tanggapan terhadap tuntutan global akan energi bersih dan berkelanjutan, yang semakin mendesak di seluruh dunia.
Dewan Direksi Pertamina dan Strukturnya
Susunan dewan direksi PT Pertamina (Persero) mencerminkan keberagaman keahlian yang dibutuhkan untuk mengelola perusahaan sebesar ini. Dengan Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri di puncak, setiap anggota dewan memiliki tanggung jawab spesifik untuk menjaga kinerja perusahaan.
Posisi Wakil Direktur Utama diisi oleh Oki Muraza, yang diharapkan dapat mendukung Simon dalam melaksanakan visi dan misinya. Adanya Direktur Manajemen Risiko dan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis menunjukkan fokus Pertamina pada pengelolaan risiko dan inovasi.
Struktur organisasi ini penting karena menunjukkan komitmen terhadap manajemen yang transparan dan efektif. Dengan adanya berbagai posisi direktur yang memiliki spesialisasi, diharapkan perusahaan dapat mempertahankan daya saingnya di pasar global.
