InJourney Aviation Services menegaskan komitmennya untuk mematuhi regulasi saat angkutan Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dalam hal ini, aturan mengenai pengambilan bagasi pertama dan terakhir akan mengikuti ketentuan dari Kementerian Perhubungan, yakni 20 menit untuk bagasi pertama dan 40 menit untuk bagasi terakhir.
Pencapaian hingga saat ini menunjukkan bahwa implementasi aturan ini telah mencapai 90 persen, terutama untuk maskapai ternama seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. Upaya untuk memastikan kelancaran operasional juga menjadi fokus utama mereka.
“Kami telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang baru terkait dengan pengangkutan bagasi dari pesawat. Untuk pesawat berjenis narrow body, penanganan bagasi akan selesai dalam waktu 5 menit, sedangkan untuk pesawat wide body, waktu yang diperlukan adalah 10 menit,” ungkap Plt Direktur Utama IAS, Danny P Thaharsyah.
Tidak hanya meningkatkan efisiensi, IAS juga menambah jumlah kendaraan penunjang yang digunakan dalam proses ground handling. Sebanyak 62 alat baru sudah disebar di 36 bandara yang dilayani, guna memperlancar arus layanan dan mengurangi waktu tunggu penumpang.
Jika terjadi delay atau penumpukan penerbangan, IAS telah menyiapkan strategi untuk mengatasinya. Pengaturan petugas dan penambahan personel di lapangan menjadi bagian dari langkah ini, dengan total 5.299 orang di gedung bandara dan 5.168 unit ground support unit (GSI) yang disiapkan.
“Tantangan terbesar kami adalah di Bandara Soekarno-Hatta, di mana jarak dari tempat parkir pesawat ke terminal cukup jauh. Namun, di bandara lain, kami bisa mengatakan bahwa operasional berjalan lebih aman,” tambahnya.
Dalam rangka peningkatan layanan, IAS memanfaatkan sistem digital CALIS & WARRIOR untuk mengawasi dan mengendalikan layanan kargo secara real time. Sistem ini memudahkan pendokumentasian aktivitas di lapangan secara akurat.
“Dengan sistem ini, kami bisa melakukan analisis yang lebih mendalam untuk mempercepat tindakan korektif. Hal ini jelas memberikan dampak positif pada keandalan operasional, terutama saat menghadapi lonjakan layanan penumpang dan kargo pada periode Natal dan Tahun Baru,” jelas Danny.
Strategi IAS dalam Meningkatkan Pelayanan di Bandara
Peningkatan jumlah kendaraan penunjang tidak hanya bertujuan untuk mempercepat proses, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan. Kendaraan baru ini dirancang untuk memberikan respons yang lebih cepat dan efisien dalam menangani bagasi penumpang.
Strategi ini menjadi sangat penting, mengingat periode liburan cenderung meningkatkan jumlah penumpang secara signifikan. Dengan persiapan yang matang, IAS berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih baik kepada para penumpang.
Keberadaan personel tambahan juga tidak kalah penting. Pengelolaan jumlah personel secara efektif memungkinkan IAS untuk menghadapi tantangan yang mungkin timbul akibat tingginya volume penumpang.
Melalui penempatan personel yang strategis, IAS berupaya untuk meminimalkan waktu tunggu dan memastikan bahwa semua penumpang menerima pelayanan yang optimal. Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk selalu beradaptasi dengan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan.
Inovasi dalam prosedur pengelolaan bagasi juga merupakan langkah signifikan. Dengan menggunakan teknologi terbaru, IAS dapat memantau setiap tahap pengambilan bagasi secara lebih akurat.
Menghadapi Tantangan dalam Periode Sibuk
Situasi di Bandara Soekarno-Hatta memang menjadi perhatian utama, mengingat kompleksitas dalam operasional yang lebih tinggi. Namun, dengan adanya SOP baru dan penambahan alat serta personel, IAS optimis dapat menghadapi tantangan ini.
Kesulitan yang mungkin terjadi selama periode liburan bisa diantisipasi dengan baik. Dengan penataan yang rapi, mereka berharap arus penumpang dan kargo dapat berlangsung dengan lebih lancar dan efisien.
Proses pengambilan bagasi yang cepat dan tepat juga akan menjadi salah satu tolak ukur kepuasan pelanggan. IAS menyadari betul bahwa di era digital saat ini, kecepatan dan akurasi layanan sangat menentukan reputasi perusahaan.
Seluruh langkah yang diambil berlandaskan pada analisis data dan feedback dari penumpang. Dengan cara ini, IAS bisa terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan yang berkembang.
Melihat ke depan, IAS bertekad untuk tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga mencetak prestasi baru dalam industri penerbangan. Hal ini akan membawa dampak positif bagi keseluruhan sistem pengangkutan di Indonesia.
Peran Teknologi dalam Efisiensi Layanan Penerbangan
Penerapan teknologi dalam sektor penerbangan, terutama di bagian layanan kargo dan bagasi, semakin vital. IAS memanfaatkan sistem digital untuk memantau operasi secara menyeluruh dan real-time.
Hal ini memberikan kemampuan untuk melakukan perbaikan langsung jika terjadi masalah atau keterlambatan. Dengan sistem ini, setiap aktivitas di area keberangkatan dan kedatangan dapat terdeteksi secara cepat.
Adanya dokumentasi yang lebih akurat memastikan bahwa setiap langkah dalam pengelolaan bagasi tercatat. Informasi ini penting untuk analisis lebih lanjut dan dapat digunakan untuk meningkatkan layanan di masa mendatang.
Keberadaan teknologi juga menjadi faktor penting dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode liburan. Sebagai salah satu solusi, IAS berfokus pada digitalisasi semua proses untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi IAS tetapi juga bagi seluruh industri penerbangan di Indonesia.
