Harga emas global mengalami penurunan dalam perdagangan pada hari Senin. Investor memilih untuk bersikap hati-hati menjelang pertemuan kebijakan dua hari oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan datang.
Pergerakan harga ini juga terkait dengan perhatian pelaku pasar terhadap pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dipandang sebagai indikator penting untuk arah kebijakan moneter ke depan. Banyak yang percaya bahwa hasil pertemuan ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi pasar emas saat ini.
Saat ini, harga emas di pasar spot tercatat turun sebesar 0,2 persen menjadi USD 4.189,49 per ons pada pukul 13.50 waktu New York. Sementara itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari juga mengalami penurunan, ditutup pada USD 4.217,7 per ons, turun 0,6 persen.
Menurut Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, pasar sedang menunggu keputusan dari pihak The Fed. Dia menjelaskan bahwa panduan lebih lanjut mengenai kebijakan The Fed akan sangat memengaruhi minat dan keinginan investor terhadap logam mulia ini.
Grant menambahkan bahwa meskipun ada penurunan harga, emas tetap menarik bagi investor karena fundamentalnya yang kuat. Ia bahkan menyatakan bahwa ada kemungkinan harga emas bisa mencapai USD 5.000 per ons pada kuartal pertama tahun 2026 mendatang.
Prospek Kebijakan Moneter The Fed dan Dampaknya terhadap Emas
Dengan adanya perkiraan bahwa The Fed kemungkinan besar akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, pasar menunjukkan antisipasi yang tinggi. Probabilitas untuk penurunan suku bunga ini diindikasikan mencapai 90 persen, meningkat dari hanya 66 persen pada bulan November.
Hal ini menunjukkan bahwa pasar mulai beradaptasi dengan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih longgar. Penurunan suku bunga umumnya akan membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, semakin menarik sebagai alternatif investasi.
Dalam konteks ini, emas sering kali dianggap sebagai aset yang aman saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Ketika suku bunga lebih rendah, biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah, yang mendorong lebih banyak investor untuk beralih ke logam mulia ini.
Adanya kebijakan yang lunak dari The Fed diharapkan dapat mendukung permintaan emas secara global. Hal ini bisa menciptakan tekanan untuk peningkatan harga di masa mendatang, terutama jika situasi ekonomi tidak kunjung stabil.
Pada Rabu waktu setempat, FOMC diharapkan akan mengumumkan keputusan kebijakan terakhir mereka untuk tahun ini. Keputusan ini akan diikuti dengan konferensi pers dari Jerome Powell, yang diharapkan untuk memberikan wawasan lebih lanjut mengenai kebijakan masa depan.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Harga Emas Saat Ini
Sementara kebijakan The Fed berperan penting, ada juga sejumlah faktor lain yang memengaruhi harga emas saat ini. Salah satunya adalah permintaan dari bank sentral global yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Bank sentral di berbagai negara secara aktif membeli cadangan emas, sebagai cara untuk melindungi nilai aset mereka. Kondisi ini menciptakan tekanan positif pada harga emas, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, fluktuasi mata uang juga menjadi salah satu faktor kunci. Dolar yang lebih lemah biasanya membuat emas lebih murah bagi investor internasional yang menggunakan mata uang lain, yang dapat meningkatkan permintaan.
Sentimen pasar juga tidak bisa diabaikan. Keputusan politik, masalah global, dan laporan ekonomi penting sering kali mempengaruhi persepsi investor terhadap emas sebagai aset yang aman. Pergerakan ini dapat memicu volatilitas harga yang signifikan.
Secara keseluruhan, harga emas di pasar global akan tetap dipengaruhi oleh kombinasi faktor tersebut, yang menciptakan dinamika yang terus berubah dalam investasi emas. Investor perlu terus memantau perkembangan ini agar dapat mengambil keputusan yang baik.
Analisis Teknikal Harga Emas dan Prediksi Jangka Pendek
Dari sudut pandang analisis teknikal, pengamat pasar terus memperhatikan level-level kunci yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas. Saat ini, level dukungan dan resistensi harus diperhitungkan agar investor bisa merencanakan strategi pembelian atau penjualan yang lebih tepat.
Pengujian level tertentu sering kali menjadi sinyal bagi trader untuk memasuki pasar atau melakukan aksi beli. Jika harga emas berhasil menembus level resistensi yang kuat, itu dapat mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut.
Di sisi lain, jika harga jatuh di bawah level dukungan, dapat memicu penjualan lebih lanjut dan menyebabkan penurunan yang lebih dalam. Kejelian dalam membaca grafik harga ini menjadi sangat penting bagi investor yang ingin memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga.
Siklus pergerakan harga dalam jangka pendek biasanya bisa dipengaruhi oleh berita ekonomi yang mendesak atau pengumuman dari pihak berwenang. Ini adalah saat di mana trader jangka pendek berupaya memanfaatkan volatilitas pasar dengan melakukan transaksi cepat.
Dengan semua faktor ini, prospek harga emas dalam waktu dekat dapat menjadi sangat dinamis. Investor cerdas akan selalu mencari kesempatan untuk menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan kondisi pasar yang tengah berlangsung.
